Category : Berita Bola

Cedera Lutut, Dani Alves Terancam Batal Perkuat Brasil di Piala Dunia

Cedera Lutut, Dani Alves Terancam Batal Perkuat Brasil di Piala Dunia

Paris Saint-Germain seakan tak sejalan dengan timnas Brasil. Setelah Neymar berkali-kali mendapat cedera metatarsal sejak Februari lalu, kini bek mereka yakni Dani Alves yang harus absen karena mendapat cedera lutut dalam babak final Coupe de France kontra Les Herbiers (9/5).

Mungkin pemain 35 tahun ini tidak begitu peduli dengan posisinya di Les Parisiens, karena mereka juga sudah menyudahi kompetisi dengan hasil yang memuaskan. Namun, mantan pemain Sevilla tersebut jelas tengah berpikir soal posisinya di tim samba.

Ketakutan Alves cukup wajar. Pasalnya, perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia akan dimulai satu bulan mendatang. Sementara, cedera lutut yang dialaminya hanya dapat pulih dalam waktu yang tak sebentar. Dperkirakan bek andalan timnas Brasil itu harus menepi minimal tiga minggu.

Jelas ini menjadi berita buruk untuk Brasil jelang persiapan mereka ke Rusia nanti. Dalam laga tersebut, Alves terlihat kesakitan pada bagian lututnya ketika PSG sukses dengan skor 2-0 atas klub divisi tiga tersebut, dan pihak klub mengungkapkan bisa saja sang pemain diharapkan menjalani operasi.

dani alves cedera

“Setelah mendapat benturan pada bagian lutut kanannya di final Coupe de France, Dani Alves akan melaksanakan perawatan medis yang ditandai dengan cedera ACL. Pemain ini akan menjalani perawatan sekitar 3 minggu mendatang dan akan disebutkan apakah akan menjalani operasi,” tulis pernyataan Paris Sanit-Germain dari Twitter.

Adapun keadaan ini pastinya akan menghambatnya ikut ambil bagian dalam persiapan Brasil, yang akan bersiap melawan timnas Kosta Rika, timnas Swiss dan timnas Serbia di Grup E Piala Dunia 2018.

Nasib Dani Alves sepertinya lebih naas dari Neymar. Seperti yang disebutkan sebelumnya, Brasil sempat dipusingkan dengan cedera yang dialami oleh Neymar, bahkan diprediksi sang pemain ini bisa jadi tak akan ikut bermain di Rusia. Namun, kini pemain andalan Brasil ini sudah menjalani pemulihan dan akan ikut serta ke Rusia bulan depan.


Melihat Peluang dan Catatan Menarik Timnas Swiss Sepanjang Sejarah Piala Dunia

timnas swiss di Piala Dunia 2018

Tranquillo Barnetta mengakui jika dirinya begitu cemas selama Timnas Swiss melawan irlandia Utara di Stadion St Jakob Park, Basel, pada Minggu (12/11/2017) yang lalu. Kala itu, Barnetta sempat takut jika timnasnya tak dapat masuk ke babak selanjutnya. Pasalnya, Irlandia Utara tampil buas dan menyulitkan.

Terjadi banyak kesalahan saat itu dan kondisi tersebut jelas mmebuat Tranquillo Barnetta harus waspada. Namun, beruntungnya jika semua penggemar timnas dapat bergembira dengan kemenangan mereka yang pasti membawa ke babak selanjutnya di Rusia dengan skor 1-0 atas Irlandia Utara pada play-off Piala Dunia 2018 zona Eropa.

Saat ini, timnas Swiss di Piala Dunia 2018 bersama pelatihnya, Vladimir Petkovic akan berjuang lebih keras. Mereka akan tampil panas di kompetisi empat tahunan tersebut. Apalagi dengan catatan Swiss yang selalu tampil di piala dunia dan mentok di babak 16 besar.

Selama catatan sejarah tim La Nati itu di panggung piala dunia, mereka mencatatkan prestasi terbaik kala menjadi tuan rumah Piala Dunia 1934, 1938 dan 1954. Namun, saat itu, masih berlaku format yang terbilang ‘tradisional’. Pada era modern, Swiss justru kian terpuruk.

Sempat tangguh di Piala Dunia 2006, dan ikut di dua turnamen terakhir di Afrika Selatan dan Brasil. Kini, Stephan Lichtsteiner dkk harus dapat tampil mematikan demi jalur kemenangan di Rusia nanti.

Sementara itu, timnas Swiss di Piala Dunia 2018 bergabung di Grup E dengan timnas Brasil, timnas Kosta Rika, dan timnas Serbia.

Berikut sejarah Swiss di Piala Dunia :

  • Piala Dunia 1934 – 1954

Swiss 3 – 2 Belanda

Gol: Kielholz (7′, 43′), Abegglen (69′); Smit (19′), Vente (84′)

Cekoslovakia 3 – 2 Swiss

Gol: Svoboda (24′), Sobotka (49′), Nejedlý (82′); Kielholz (18′), Jäggi (78′)

  • Piala Dunia 1938 (Perempat Final)

Swiss 1 – 1 Jerman

Gol: Abegglen (43′); Gauchel (29′)

Jerman 2 – 4 Swiss

Gol: Hahnemann (8′), Lörtscher (22′ (o.g.)); Walaschek (42′), Bickel (64′), Abegglen (75′, 78′)

Swiss 0 – 2 Hungaria

Gol: Sárosi (40′), Zsengellér 89′

  • Piala Dunia 1950 (Grup)

Yugoslavia 3 – 0 Swiss

Gol: Mitić (59′), Tomašević (70′), Ognjanov (75′)

Brasil 2 – 2 Swiss

Gol: Alfredo (3′), Baltazar (32′); Fatton (17′, 88′)

Swiss 2 – 1 Meksiko

Gol: Bader (10′), Antenen (44′); Casarín (89′)

  • Piala Dunia 1954 (Perempat Final)

Swiss 2 – 1 Italia

Gol: Ballaman (18′), Hügi (78′); Boniperti (44′)

Inggris 2 – 0 Swiss

Gol: Mullen (43′), Wilshaw (69′)

Swiss 4 – 1 Italia

Gol: Hügi (14′, 85′), Ballaman (48′), Fatton (90′); Nesti (67′)

Austria 7 – 5 Swiss

Gol: Wagner (25′, 27′, 53′), R. Körner (26′, 34′), Ocwirk (32′), Probst (76′); Ballaman (16′, 39′), Hügi (17′, 19′, 58′)

  • Piala Dunia 1962 – 1994

Piala Dunia 1962 (Grup)

Cile 3 – 1 Swiss

Gol: L. Sánchez (44′, 55′), Ramírez (51′); Wüthrich (6′)

Jerbar 2 – 1 Swiss

Gol: Brülls (45′), Seeler (59′); Schneiter (73′)

Italia 3 – 0 Swiss

Gol: Mora (1′), Bulgarelli (65′, 67′)

  • Piala Dunia 1966 (Grup)

Jerbar 5 – 0 Swiss

Gol: Held (16′), Haller (1′, 77′ (pen.)), Beckenbauer (40′, 52′)

Spanyol 2 – 1 Swiss

Gol: Sanchís (57′), Amancio (75′); Quentin (31′)

Argentina 2 – 0 Swiss

Gol: Artime (52′), Onega (79′)

  • Piala Dunia 1994 (16 Besar)

AS 1 – 1 Swiss

Gol: Wynalda (45′); Bregy (39′)

Rumania 1 – 4 Swiss

Gol: Hagi (35′); Sutter (16′), Chapuisat (52′), Knup (65′, 72′)

Swiss 0 – 2 Kolombia

Gol: Gaviria (44′), Lozano (90′)

Spanyol 3 – 0 Swiss

Gol: Hierro (15′), Luis Enrique (74′), Begiristain (86′ (pen.))

  • Piala Dunia 2006 – 2014

Piala Dunia 2006 (16 Besar)

Prancis 0 – 0 Swiss

Gol: –

Togo 0 – 2 Swiss

Gol: Frei (16′), Barnetta (88′)

Swiss 2 – 0 Korsel

Gol: Senderos (23′), Frei (77′)

Swiss 0 – 0 (0-3) Ukraina

Gol: –

  • Piala Dunia 2010 (Grup)

Spanyol 0 – 1 Swiss

Gol: Fernandes (52′)

Cile 1 – 0 Swiss

Gol: González (75′)

Swiss 0 – 0 Honduras

Gol: –

  • Piala Dunia 2014 (16 Besar)

Swiss 2 – 1 Ekuador

Gol: Mehmedi (48′), Seferović (90+3′); E. Valencia (22′)

Swiss 2 – 5 Prancis

Gol: Džemaili (81′), Xhaka (87′); Giroud (17′), Matuidi (18′), Valbuena (40′), Benzema (67′), Sissoko (73′)

Honduras 0 – 3 Swiss

Gol: Shaqiri (6′, 31′, 71’0)


Temui Agen, Neymar Bicarakan Perpindahan ke Real Madrid

Neymar pindah ke Real Madrid

Kisah transfer Neymar menuju Real Madrid seakan memanas. Saat ini, Ney disebutkan sudah berbicara dengan agennya Pini Zahivi, supaya dapat segera bermain di Madrid. Pembicaraan tersebut dilakukan ayah pemain muda ini, yakni Neymar Sr bersama Zahivi di Paris beberapa minggu yang lalu. Dirinya mengungkapkan peluang perpindahan sang anak di musim mendatang.

Beberapa media menyebutkan jika Neymar hanya akan bergabung dengan Real Madrid jika memang akan hengkang dari PSG. Dia sepertinya tak berharap tampil di klub Inggris. Selain itu, dia pun tidak ingin kembali ke Barcelona. Bayern Munchen juga bukan sasaran Ney karena klub ini tidak tertarik mengeluarkan dana besar demi mendapatkannya.

Zahivi sendiri adalah agen yang membawa dirinya pindah ke PSG dan menjadikan mantan pemain Barca ini sebagai pemain termahal di dunia.

Madrid sendiri disebutkan harus menyiapkan sekitar 230 juta poundsterling (Rp 4,39 triliun) untuk membeli bintang timnas Brasil ini dari Paris Saint-Germain. Neymar kian dekat memang dengan Madrid setelah berjumpa dengan Vinicius Junior di Rio de Janerio. Madrid sudah mendapatkan Vinicius Junior. Los Blancos akan menyatukan pemain muda dari Brasil itu dengan idolanya, Neymar.

Ney memang dapat kembali lagi di kompetisi La Liga setelah hengkang dari Barcelona pada bursa transfer musim panas 2017. Kala itu, Ney diperoleh dengan harga sekitar 200 juta pounds (Rp 3,8 triliun).

Menjalani musim awal di Prancis, dirinya disebutkan merasa tertekan karena kompetisi itu tak mempunyai tantangan yang besar di Spanyol. Selain itu, PSG tidak dapat mengamankan Liga Champions dan Ney juga mendapatkan cedera sampai akhir musim ini.

Keadaan itu menjadikan Neymar tak akan betah dan memiliki keinginan untuk pindah klub. Madrid menjadi klub yang paling mampu membeli senilai kontrak dirinya di PSG. Banyak yang optimis jika pemain termahal di dunia ini akan segera menyelesaikan perpindahannya ke Real Madrid pada musim yang mendatang. Dengan begitu, akan terjadi lagi transfer fantastis di awal musim depan.

Pemain andalan timnas Brasil ini memang disebutkan terobsesi untuk tampil dengan Cristiano Ronaldo. Walau untuk bergabung dengan Madrid, Ney akan mendapat banyak tantangan, termasuk hinaan dari penggemar dari Barcelona.


Tiga Kunci Keberhasilan Timnas Brasil di Piala Dunia 2018 Versi Romario

pemain andalan timnas Brasil

Salah satu legenda hidup Timnas Brasil yakni Romario mengungkapkan rahasianya menjadi juara Piala Dunia 2014. Dia mengatakan hal tersebut pada juniornya, Gabriel Jesus dan berharap dapat melakukannya jelag Piala Dunia 2018 di Rusia nanti.

“Seks yang pas ukurannya meruapakan salah satu yang saya ungkapkan di sini, hal ini dapat dilaksanakan di kala tengah berlibur. Tentu yang tidak kalah penting adalah fokus saat bermain di lapangan,” ucap pria yang saat ini merupakan politikus tersebut.

Dia merasakan jika ketiga hal tersebut yang menjadikannya membawa timnas meraih juara di Piala Dunia 1994 yang lalu. Dalam kompetisi yang dilaksanakan di Amerika Serikat, timnas Brasil sukses melawan Italia dari adu pinalti di final. Kala itu, Romario mencatatkan lima gol dan merupakan pemain terbaik. Pada tahun yang sama, dia mendapatkan gelar pemain terbaik versi FIFA.

Dirinya merasakan jika Gabriel dapat menjadi pemimpin Timnas Brasil 2018 di Rusia mendatang. Dia mengakui jika Gabriel memiliki potensi yang tinggi apalagi dia tampil baik di Manchester City.

“Saya yakin dia akan tahu soal kemampuannya sebagai pemain, dan apa yang diberikannya untuk timnas Brasil. Yang paling penting adalah dia tampil dan menciptakan gol kala berlaga di Piala Dunia, itulah yang terpenting,” ungkapnya.

Romario memang hanya tampil di dua Piala Dunia, yakni tahun 1990 dan 1994.  Di tahun 1990, dirinya tak memiliki banyak waktu tampil bersama, namun di Amerika Serikat, dirinya merupakan bintang andalan. Tahun tersebut, timnas kembali meraih juara dunia setelah puasa selama 24 tahun.

Piala Dunia adalah sebuah kompetisi yang tidak jauh berbeda dengan laga yang lain. Pemain diharuskan fokus dengan penuh dan tak menghiraukan apa yang terjadi di luar lapangan, jika tidak juara tidak akan dapat diperoleh paparnya saat ditanya soal kemungkinan timnas menang kembali.

Catatan rekor Romario memang tak mudah dilewati, sampat saat ini dirinya masih menjadi pemain yang berada di peringkat ketiga untuk daftar pencetak gol paling banyak selama sejarah berjalannya Timnas Brasil di bawah Pele, dan Ronaldo, satu posisi di atas Neymar dengan selisih dua gol.

Timnas Brasil di Piala Dunia 2018 melaju dengan baik setelah menjadi juara kualifikasi zona Amerika Selatan. Tim Samba terakhir kali mendapatkan gelar juara di tahun 2002 di Jepang dan Korea Selatan.


Jamie Vardy Kembali Raih Pemain Terbaik Liga Inggris

amie Vardy mendapatkan penghargaan lain dengan striker Leicester itu dinobatkan menjadi Pemain Liga Inggris Terbaik Bulan November.

Dia mempertahankan penghargaan itu setelah mencetak tiga gol di tiga laga selama bulan November ini, termasuk ketika berhasil memecahkan rekor gol ketika bermain seri 1-1 melawan Manchester United.

Gol pembukanya dimenit ke 24 melawan Setan Merah membuatnya memecahkan rekor lama Ruud van Nistelrooy dengan sukses mencetak gol di 11 laga Liga Inggris berturut-turut.

CLAUDIO RANIERI & VARDY

Vardy bukan satu-satunya sosok dari Leicester yang meraih penghargaan bulanan dari Liga Inggris, manajer Claudio Ranieri juga dinobatkan menjadi Manajer Terbaik Bulan November atas prestasinya dalam membawa timnya menduduki puncak klasemen Liga Inggris.

Leicester memenangkan dua dari tiga laga mereka pada bulan November untuk mengangkat tim Ranieri keperingkat teratas klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan total 15 laga. Kemenangan terakhir mereka didapat ketika melawan Swansea.

Vardy, yang pertama kali namanya mencuat di liga amatir sebelum bergabung dengan The Foxes pada tahun 2012, telah menunjukkan perkembangan yang pesat pada musim ini.

Topskor Liga Inggris dengan 14 gol telah dicatatnya, dan dia juga telah menjalani laga resmi kompetitif pertamanya bersama timnas Inggris pada awal musim setelah melakoni debut internasionalnya pada Juni lalu.

Catatan mencetak golnya berakhir pada akhir pekan lalu ketika dia gagal menciptakan gol bagi timnya dengan kemenangan 3-0 atas Swansea di Liberty Stadium. Walaupun dia sempat mencatatkan namanya sebagai pemberi umpan dalam gol Riyad Mahrez.

Pemain berusia 28 tahun itu mengalahkan pesaingnya Ross Barkley (Everton), Romelu Lukaku (Everton), Harry Kane (Tottenham), Troy Deeney (Watford) dan Dejan Lovren (Liverpool) untuk merebut penghargaan tersebut.

Vardy diharap bisa kembali meneruskan catatan positifnya dalam menjebol gawang lawan pada hari Senin mendatang ketika Leicester dijadwalkan menjamu juara bertahan Liga Inggris Chelsea di King Power Stadium. (DY) Kunjungi http://www.averyhardwood.com/ untuk membaca lebih banyak tentang berita sepak bola.


10 Pemain Terbaik Premier League Sepanjang Masa

Sebagai salah satu liga paling terkenal di dunia, wajar jika Barclays Premier League kedatangan pemain-pemain hebat dari berbagai belahan dunia. Entah sudah berapa nama dengan skill luar biasa yang selalu membuat kita berdecak kagum setiap melihat skill nya. Mungkin juga pemain-pemain ini yang membuat beberapa dari kita jatuh cinta dengan klub yang ia bela.

Anda mungkin tidak akan membaca bagian pembukaan ini, namun mungkin ada baiknya jika saya memberi peringatan terlebih dahulu. Daftar ini akan didominasi oleh pemain Manchester United. Mengapa? Jawabannya mudah. Mereka adalah klub dengan 13 gelar BPL. Jadi rasanya wajar kalau pemain-pemain mereka mendapatkan tempat extra.

1. David Beckham

Ikonik. Itulah kata yang akan melekat erat dengan David Beckham. Beruntung bagi Barclays Premier League yang pernah memiliki Becks sebagai salah satu pemain yang merumput bersama Manchester United. Percaya atau tidak, secara tidak langsung keberadaan pemain yang di musim lalu baru saja pensiun ini pasti membantu pamor BPL dengan ketenarannya.

Salah satu pemain terbaik dalam urusan memisangkan bola ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat sepakbola, terutama kaum hawa, untuk menyaksikan BPL. Selain karena kegantengannya, skill nya memang tidak bisa dianggap remeh. Kemampuannya menyisir sayap kiri pertahanan lawan membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling ditakuti di masa jayanya.

Pemain yang mengawali karir professional sejak tahun 1993 ini telah meraih berbagai gelar prestisius bersama United. Ia termasuk ke dalam daftar skuad yang membawa harum nama BPL setelah The Red Devils meraih Treble Winners di tahun 1999. Jadi rasanya tidak salah bahwa meski Real Madrid, LA Galaxy, dan Paris Saint-Germain ada di dalam CV-nya, namanya akan tetap terkenang sebagai salah satu pemain terbaik BPL sepanjang masa.

2. Ryan Giggs

Never get old. As his pace threatening and tearing all United’s foes, Ryan Giggs membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu pemain terbaik di Barclays Premier League sepanjang masa. Selain karena itu merupakan satu-satunya liga dimana ia berkarir, tariannya berulang kali mengacak-acak barisan pertahanan lawan. Tidak percaya? Tanyakan saja betapa Patrick Vieira (mungkin) menyesal telah memberikan bola kepadanya pada tahun 1999.

Sebagai satu-satunya Class of ’92 yang masih bermain, banyak pemain muda yang menjadikannya sebagai panutan. Sebuah bukti bahwa kesetiaan itu masih ada di tengah dunia sepakbola yang begitu kapitalis. Di umurnya yang akan menyentuh angka 40 pada November nanti, saya harap ia bisa memperpanjang rekor selalu mencetak gol di setiap musim BPL menjadi 24 musim.

Selain itu, penghargaan Order of British Empire yang diterimanya dari Queen Elizabeth pada tahun 2007 dan masuk ke dalam English Football Hall of Fame pada tahun 2005 rasanya cukup untuk membuktikan bahwa dirinya diakui sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

3. Paul Scholes

Dengan sikapnya yang pemalu dan pendiam, wajar jika kehidupan pribadinya dianggap tidak menarik oleh media Inggris. Saya juga maklum jika kalian tidak akan percaya sekalipun saya menjelaskan panjang lebar betapa hebatnya pemain ini. Oleh sebab itu, lebih baik kalian baca saja komentar-komentar pemain sepakbola papan atas tentang Paul Scholes berikut ini. Kalau tidak setuju, berdebat saja sana dengan pemain yang bersangkutan.

“At La Masia his name was mentioned a lot. He’s a teacher.” Lionel Messi

“In the last 15 to 20 years the best central midfielder that I have seen — the most complete — is Scholes. I have spoken with Xabi Alonso about this many times. Scholes is a spectacular player who has everything. He can play the final pass, he can score, he is strong, he never gets knocked off the ball and he doesn’t give possession away. If he had been Spanish then maybe he would have been valued more.” Xavi Hernandez

“My toughest opponent? Scholes of Manchester. He is the complete midfielder.” Zinedine Zidane

“The player in the Premiership I admire most? Easy – Scholes.” Patrick Vieira

“I’m not the best, Paul Scholes is.” Edgar Davids

4. Cristiano Ronaldo

Setelah David Bechkam hijrah ke Real Madrid akibat berselisih paham dengan Sir Alex Ferguson, otomatis nomor 7 di Manchester United mengalami kekosongan. Tak diduga, SAF langsung memberikannya kepada pemain cungkring berumur 18 tahun yang baru saja dibeli dari Sporting Lisbon. Padahal biasanya, nomor keramat tersebut diberikan kepada pemain yang memang sudah teruji skill dan pengaruhnya terhadap United.

Tiga tahun pertama, ia lebih banyak dicaci akibat terlalu sering diving dan melakukan gerakan step overs. Namun setelah itu, tak ada lagi yang meragukan kemampuannya. Bahkan bisa dibilang, Cristiano Ronaldo sendirilah yang membawa kembali masa-masa kejayaan Manchester United. Kecepatan, skill, dan karismanya di lapangan membuat dirinya berhasil menyumbangkan tiga gelar BPL, satu gelar FA Cup, dan satu gelar UEFA Champions League. Berkat kemampuannya jugalah ia berhasil meraih Ballon d’Or pada tahun 2008.

Ketajamannya di depan gawang jelas tidak perlu ditanya. Ia pernah mencetak 42 gol dalam semusim bagi United lima tahun silam. Mahar sebesar 80 juta Poundsterling yang dikeluarkan Real Madrid untuk memboyongnya rasanya bisa menggambarkan betapa berharganya pemain berkewarganegaraan Portugal ini.

5. Eric Cantona

Seandainya bukan karena Sir Alex Ferguson secara brillian menawar Eric Cantona ketika Bill Fotherby menawar Dennis Irwin, bukan tidak mungkin saat ini kita hanya melihat Manchester United sebagai tim kelas menengah. Bagaimana tidak? Berkat skill yang ia miliki, United berhasil memulai sejarah besar di Barclays Premier League dengan menjuarai kejuaraan tersebut di musim perdananya (baik bagi Cantona di United maupun bagi mulainya BPL).

Dibalik segala tingkahnya yang bandel dan kerap memicu kontroversi, tidak salah jika dirinya diakui sebagai raja oleh public Old Trafford. Karismanya di lapangan yang setinggi kerah kostumnya membuat dirinya begitu disegani oleh kawan maupun lawan. Entah apakah keberadaan Cantona semacam jimat keberuntungan bagi United atau tidak, yang jelas satu-satunya musim dimana ia tidak meraih gelar juara BPL bersama United adalah ketika ia terkena skorsing oleh FA akibat tendangan kung-fu nya yang melegendaris.

Oh iya, Cantona juga merupakan pemain pertama yang berhasil menjadi juara BPL dua musim berturut-turut bersama dua tim yang berbeda!

6. Thierry Henry

Arsenal sangat beruntung Thierry Henry sama sekali tidak bersinar di Juventus. Berkat kegagalannya tersebut, klub yang terletak di utara London tersebut mendapatkan seorang pemain kelas dunia yang pada akhirnya dianggap sebagai raja. Tentu hal tersebut menjadi terlihat sangat masuk diakal jika melihat jumlah gol nya bagi The Gunners yang mencapai 226 gol.

Di musim pertama dan keduanya, ia memang tidak berhasil memberikan gelar bagi Arsenal. Namun demikian, ketajamannya sudah terlihat berkat gol demi gol yang ia ciptakan. Baru pada musim ketiganyalah ia berhasil membawa klub tersebut menjadi juara BPL dengan sumbangsih 32 gol nya dalam satu musim.

Kecepatan dan skillnya tidak perlu lagi diragukan. Ia membawa Arsenal dikenal sebagai salah satu tim dengan daya serang terbaik ketika masa jayanya. Selain itu, ia juga merupakan salah satu instrument terpenting ketika The Gunners menjadi juara tanpa terkalahkan pada musim 2003-2004. Jangan lupa juga bahwa pemain yang kini membela New York Red Bull tersebut adalah pencetak gol terbanyak Arsenal sepanjang masa.

7. Dennis Bergkamp

Banyak Gooners mengatakan bahwa mereka mencintai Arsenal karena Dennis Bergkamp. Bahkan beberapa orang seperti Be*ha* menganggap dirinya adalah Tuhan. Tentu saya tidak percaya bahwa pengertian Tuhan tersebut diartikan dalam arti yang sebenarnya karena saya bukan Jongos Bola. Namun ini berarti bahwa ada sesuatu yang special dari diri Bergkamp.

Pemain yang (lagi-lagi) diboyong setelah gagal bersama klub Italia, Internazionale Milan ini memang tidak langsung memberikan impact yang besar sejak kedatanganny ke Highbury pada tahun 1995. Butuh sekitar dua tahun sebelum akhirnya ia memberikan gelar Barclays Premier League bagi Arsenal. Namun demikian, gelar pertamanya itulah yang pada akhirnya menjadi awal bagi dirinya untuk membuktikan kepada kita semua bahwa ia merupakan salah satu striker terbaik yang pernah lahir ke dunia.

Saya bukan orang yang termasuk ke dalam daftar pemuja Bergkamp. Namun melihat gol nya ke gawang Newcastle pada tahun 2002 membuat saya masuk ke dalam daftar orang yang tidak bisa mengelak untuk mengatakan bahwa ia merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Barclays Premier League sepanjang masa.

*bisa diganti dengan huruf “n” (syarat dan ketentuan berlaku)

8. Frank Lampard

Ikon Chelsea ini memang luar biasa. Sebagai pemain tengah, status sebagai pemegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi klubnya seharusnya merupakan hal yang sulit diterima akal sehat. Namun apabila pemain itu adalah Frank Lampard, maka sepertinya kita harus membuat pengecualian.

Selain jumlah gol nya yang mencapai 203 gol (dan masih bisa bertambah), karisma kepemimpinannya memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski berstatus sebagai vice-captain, justru di mata saya dirinya jauh lebih berarti bagi Chelsea. Lihat saja sumbangsihnya terhadap klub yang dibelanya dari tahun 2001 tersebut. Apalagi setelah melihat kesetiannya meski hampir saja dibuang oleh Chelsea di musim lalu.

9. Steven Gerrard

Salah satu rekan terbaik tetapi tidak sehati Frank Lampard di tim nasional Inggris ini juga merupakan salah satu contoh ikon terbaik di Barclays Premier League. Mulai menjalani karir bersama Liverpool, ia merupakan pemain yang memang lahir untuk tim asal Merseyside tersebut. Buktinya, meski sering digoda oleh klub-klub papan atas Eropa dan tak pernah meraih gelar juara Barclays Premier League, ia tetap setia di Anfield.

Selain kemampuannya mengontrol lapangan tengah, tendangannya yang kencang juga menjadi salah satu nilai lebih yang dimiliki oleh Stevie G. jiwa kepemimpinan yang ia miliki jelas terlihat ketika ia membawa The Reds menjuarai UEFA Champions League pada tahun 2005. Hal inilah yang membuat dirinya disegani oleh kawan maupun lawan. Maka tak salah jika satu spot di lini tengah Liverpool sudah pasti menjadi miliknya ketika ia sedang fit.

Saking hebatnya, seorang Liverpudlians sampai membuat hotel bernamakan dirinya di daerah Setiabudi, Bandung. Cepat beritahu GNFI biar kalian mendapatkan banyak Retweet!!!

10. Alan Shearer

Angkat tangan kanan mu tinggi-tinggi untuk pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Barclays Premier League ini, atau Indo Toon Army akan menghantui rumahmu!

No Berapakah Pemain Favorit Mu…..?
Atau mungkin kamu punya Pemail idola sendiri yang Menurutmu Layak di sebut Pemain Terbaik BPL sepanjang Sejarah….. Cek berita bola selengkapnya di http://www.parkirbus.com/, dijamin paling lengkap!


5 Kelebihan Lionel Messi daripada Cristiano Ronaldo :

1 . Terlahir Untuk Menjadi Bintang

2_c24271e

Pepatah populer mengatakan, “Hero isn’t born, but made.” Pahlawan itu tercipta dari proses, bukan sejak lahir. Namun, hal itu tidak berlaku bagi seorang Lionel Messi.

Tidak seperti Ronaldo yang ditempa menjadi pemain hebat dengan bimbingan Alex Ferguson, pelatih Manchester United, Lionel Messi sudah menjadi pusat perhatian ketika menginjakkan kakinya di Nou Camp.

Kita tahu bahwa Messi adalah pemain istimewa ketika Ronaldinho memberi umpan lambung sempurna melewati bek Albacete kepada Messi yang berusia 17 tahun, yang kemudian ia teruskan dengan dingin, melalui tendangan chip indah untuk mengelabui kiper yang terlanjur maju untuk menghadang bola.

Messi begitu mudah menembus barisan lini depan Barcelona yang dihuni nama-nama hebat di dunia sepakbola seperti Ronaldinho, Deco, atau bahkan partner hebatnya saat ini, Xavi.

2 . Banjir Gelar

Sejak membuat debut di Barcelona, tahun 2004 silam, King Leo telah memberi limpahan trofi untuk memenuhi lemari gelar Blaugrana.

Messi tampaknya bisa memenangkan segalanya di level klub. Bila dibandingkan dengan Ronaldo, sejak datang di Spanyol, ia memang telah mencetak banyak gol, namun sumbangannya bagi Madrid masih Copa del Rey dan La Liga.

Mungkin, takdir telah membuat Cristiano Ronaldo hijrah ke Liga Spanyol. Untuk menghadapi sang fenomena sekaligus membendung langkahnya. Hanya saja, seberapa mampu Ronaldo menghalangi Messi? Kita yang akan menjadi saksinya.

3 . Lebih Mementingkan Kerjasama Tim

Menjadi pemain untuk klub yang lebih mementingkan kerjasama daripada permainan individu tentunya akan kesulitan untuk mencetak banyak gol. Namun, lagi-lagi, hal itu tidak berlaku bagi Messi.

Di musim lalu, ia masih mampu menjaringkan 73 gol dan membantu rekan lainnya dengan 29 assist. Sebuah catatanyang spektakuler.

Tanpa mempertimbangkan segi negatif, Ronaldo adalah tipe pemain yang akan berusaha untuk menendang bola kearah gawang, demi mencetak gol, sesulit apapun kondisinya. Itulah tugasnya di Real Madrid. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kapten Portugal ini adalah pemain yang mengedepankan individu demi memenangkan pertandingan. Berbeda dengan Messi yang bertumpu pada kerjasama tim.

4 . Messi Menang Segalanya, Selain Sundulan dan Tendangan

Tidak ada yang bisa diharapkan dari pemain bertinggi badan 169 cm ketika harus beradu badan dengan pemain-pemain Eropa yang umumnya tinggi besar.

Walaupun ia pernah mengelabui Edwin van der Sar dengan sundulannya, jangan berharap ia bisa membuat banyak gol seperti itu. Hal yang terlalu konyol untuk diharapkan dari seorang Lionel Messi.

Ronaldo mampu melompat tinggi karena ia memiliki daya lontar yang lebih mumpuni. Struktur kakinya mungkin juga menjadi rahasia dari tendangan bebasnya yang selalu keras namun bisa menukik dan berbelok tajam.

Namun, bila dibandingkan dengan konsistensi membuat gol, ketenangan dalam setiap pertandingan, serta kemampuan dribble untuk melewati lawan, Messi lebih unggul.

5 . Kerendahan Hati

Bila mau mengakui, Ronaldo lebih mengedepankan perkataan daripada tindakan. Salah satu contoh, ia pernah mengatakan bahwa dirinya merasa pantas untuk mendapatkan Ballon d’Or. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Tango 10, Lionel Messi.

Yang mengatakan bahwa seorang Messi pantas mendapatkan penghargaan itu adalah para suporter, pelatih, ataupun pemain yang merasa Messi pantas mendapatkannya, bukan dirinya sendiri.

Namun intinya..
Jika ada pertanyaan, siapa pemain bola terbaik di dunia ? Jawabannya adalah Messi dan Ronaldo.

Coba bayangkan. Bagaimana jika saja tidak ada Messi dan Ronaldo sekarang ini ???


5 Kelebihan Cristiano Ronaldo daripada Lionel Messi :

1. Bola-Bola Udara

004651500_1446946680-495105438

Postur tubuh yang hanya 170 cm membuat Lionel Messi kerap kesulitan dalam bola-bola udara dan hal ini memang menjadi kelemahan terbesar Messi. Sementara Cristiano Ronaldo dengan postur tubuh tinggi menjulang membuatnya sangat piawai dalam duel bola-bola udara. Salah satu buktinya adalah gol sundulan fantastis ke gawang Manchester United di leg pertama Liga Champions 2012-2013di mana ia melakukan lompatan tinggi spektakuler layaknya seorang pemain basket profesional di NBA.

2. Tendangan Bebas dan Tendangan Jarak Jauh

Salah satu senjata andalan Ronaldo adalah lewat tendangan bebas dan tendangan jarak jauh. Sejak di Manchester United, Ronaldo memang kerap mencetak gol lewat tendangan dari luar kotak penalti. Belakangan Messi memang juga sering mencetak gol lewat free kick dan tendangan luar kotak penalti. Namun untuk level intensitas dan keahlian, Ronaldo memang lebih unggul dari Messi dalam hal yang satu ini.

3. Body Balance

Kembali ke urusan postur tubuh, Lionel Messi yang memang bertubuh mungil membuatnya kalah dalam urusan body balance jika dibandingkan Cristiano Ronaldo. Dengan postur tubuh yang gagah, Ronaldo sering unggul dalam masalah body balance dengan pemain-pemain bertahan lawan.

4. Kekuatan Kedua Kaki

Cristiano Ronaldo memang merupakan pemain yang sangat komplit. Buktinya ia bisa mencetak gol lewat kedua kakinya yang sama kuatnya. Baik kaki kanan maupun kaki kiri Ronaldo sangat mematikan. Sementara Messi kerap hanya mengandalkan kaki terkuatnya, yaitu kaki kiri. Ia kerap kesulitan jika mengharuskan menendang dengan kaki kanan yang merupakan kaki lemahnya.

5. Sukses di Dua Liga

Ronaldo telah sukses dalam dua liga yaitu Liga Inggris bersama Manchester United dan Liga Spanyol bersama Real Madrid. Ronaldo juga berhasil meraih gelar top skorer dan Golden Boot Eropa di kedua liga tersebut. Itu berarti adaptasiRonaldo sudah teruji di mana ia bisa menaklukan dua liga yang disebut sebagai liga terbaik di Eropa. Sementara Messi sejak junior hingga sekarang hanya bermain bersama Barcelona di Liga Spanyol. Itu berarti kemampuan Messi masih berlum teruji di liga lain seperti Liga Inggris.


11 Pemain Terbaik Liga Inggris 2014-2015

Liga Inggris 2014-2015 akan segera berakhir. Chelsea tampil sebagai pemuncak klasemen. Di tangan pelatih Jose Mourinho, The Bleus menjadi kandidat utama peraih gelar Premier League 2015, sekaligus mengakhiri dominasi duo Manchester sejak tahun 2011. Tim-tim lain seperti Arsenal, Manchester City, Manchester United, Liverpool dan Tottenham Hotspur masih berada di papan atas klasemen. Sementara tim kejutan seperti Southampton juga beberapa kali berhasil merangsek ke papan atas.
Sepanjang musim 2014 2015, terdapat banyak pemain-pemain yang unjuk kebolehan, baik pemain asli Inggris maupun pemain asing. Di posisi penyerang, nama-nama seperti Diego Costa, Sergio Aguero, Harry Kane atau Alexis Sanchez menjadi kandidat utama peraih gelar top skor alias pencetak gol terbanyak liga. Sementara Cesc Fabregas dipastikan menjadi top assist. Pemain lain yang mencuri perhatian seperti Eden Hazard, Raheem Sterling dan David de Gea juga patut diperhitungkan. Berikut kami tampilkan list 11 pemain terbaik liga Inggris musim 2014/2015 ditinjau dari kontribusi, performa, gol & assist serta statistik lainnya.

11 Pemain Terbaik Liga Inggris 2014-2015
Kiper
David de Gea (Man United)
11 Pemain Terbaik Liga Inggris 2014-2015
Cadangan :
Thibaut Courtois (Chelsea)
Hugo Lloris (Tottenham)
Defender
 
Nathaniel Clyne (Southampton)
11 Pemain Terbaik Liga Inggris 2014-2015
John Terry (Chelsea)

 
Branislav Ivanovic (Chelsea)
11 Pemain Terbaik Liga Inggris 2014-2015
Cadangan : 
Toby Alderweireld (Southampton)
Gary Cahill (Chelsea)
Ron Vlaar (Aston Villa)
Aaron Cresswell (West Ham)
Kieran Trippier (Burnley)
Cesar Azpilicueta (Chelsea)
Winston Reid (West Ham)
Ryan Bertrand (Southampton)
Midfielder
Cesc Fabregas (Chelsea)
11 Pemain Terbaik Liga Inggris 2014-2015
Philippe Coutinho (Liverpool)
11 Pemain Terbaik Liga Inggris 2014-2015
Alexis Sanchez (Arsenal)
11 Pemain Terbaik Liga Inggris 2014-2015
Eden Hazard (Chelsea)
11 Pemain Terbaik Liga Inggris 2014-2015
Cadangan :
Nemanja Matic (Chelsea)
Morgan Schneiderlin (Southampton)
Santi Cazorla (Arsenal)
Jordan Henderson (Liverpool)
David Silva (Man City)
Christian Eriksen (Tottenham)
Raheem Sterling (Liverpool)
Dusan Tadic (Southampton)
 
Forward
 
Diego Costa (Chelsea)
11 Pemain Terbaik Liga Inggris 2014-2015
Sergio Aguero (Man City)
11 Pemain Terbaik Liga Inggris 2014-2015
Harry Kane (Tottenham)
11 Pemain Terbaik Liga Inggris 2014-2015
Cadangan :
Oliver Giroud (Arsenal)
Charlie Austin (QPR)
Diafra Sakho (West Ham)
Saido Berahino (West Brom)
Daniel Ings (Burnley)


Parse error: syntax error, unexpected '}' in /home1/ibcbetfreaks/public_html/lot10.org/wp-content/themes/codium-dn/footer.php on line 19